ARTIKEL 2 (SUARA WARGA POLITIK)

Posted: April 17, 2010 in Uncategorized
Artis Perempuan dalam Politik PDF Cetak E-mail

Penilaian Pembaca: / 5
BurukTerbaik 

Ditulis Oleh Muhajir Arrosyid
22-09-2008,
Indonesia adalah negara demokrasi, pergantian pemimpin berlangsung melalui proses-proses politik dan diberi wadah berupa pemilihan umum atau yang lebih dikenal dengan pesta demokrasi.

Saat ini banyak artis perempuan Indonesia terjun dalam dunia politik, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah. Mereka masuk dalam ranah eksekutif maupun legeslatif.

Artis-artis tersebut antara lain; Nurul Arifin, Angelina Sondakh. Venna Melinda, Marissa Haque, Evie Tamala, Wulan Guritno, Rike Diah Pitaloka, Ayu Soraya, dan Diastari Kurnia Kusumawardhani.

Artis perempuan dari masa orde baru sudah terlibat dalam panggung politik. Keterlibatan mereka dari hanya menjadi juru kampanye, penghibur massa, sampai menjadi calon anggota legeslatif. Bahkan dalam Pilgub Banten 2006 aktris Marissa Haque masuk daftar sebagai cawagub.

Pedangdut Evie Tamala yang sekarang bergabung dengan PPP mengatakan bahwa dulu artis terlibat dalam pemilu hanya sebatas sebagai subjek kampanye dan penghibur massa. Artis Nurul Arifin yang sekarang bergabung dengan Partai Golkar menyatakan keterlibatan artis dalam politik pada masa lalu hanya sebatas vote getter atau pengumpul massa.

Menurut pengakuan para artis tersebut, banyak ragam motivasi artis perempuan masuk dalam politik praktis. Menurut artis Angelina Sondakh, keterlibatan artis di dunia politik bukan persoalan aneh. Artis memiliki hak yang sama dalam berpolitik, sebagai mana elemen masyarakat lainnya.

Artis Venna Melinda yang sekarang menjabat sebagai humas Forum Seniman Perempuan Partai Demokrat ingin masuk dunia politik karena ingin memperbaiki nasib perempuan.

Artis Rieke Dyah Pitaloka yang dulu berada di PKB kini membawa payung PDI-P merasa punya kapasitas sebagai penggodok kebijakan. Rieke yakin para artis terjun ke dunia politik karena mempunyai kemampuan.

Tangung Jawab Politik

Hendaknya artis perempuan Indonesia perlu berhati-hati ketika terjun ke dunia politik. Jangan sampai keterlibatannya hanya di dimanfaatkan tanpa memberi peran apapun seperti selama ini terjadi dalam bidang-bidang lain.

Tugas politik adalah tugas yang mulia namun berat. Beban yang diemban oleh politikus adalah menangung masa depan bangsa dan negara. Maka, bagi artis perempuan dan bagi partai politik jangan main-main dalam hal ini.

Pemilihan umum atau Pilkada adalah wujud dari penyaluran aspirasi rakyat. Maka pemimpin yang terpilih dalam Pemilihan Umum adalah pemimpin yang di kehendaki sebagian besar rakyat.

Politik melalui pemilu adalah harapan rakyat untuk nasib Indonesia atau nasibnya sendiri sebagai warga Indonesia akan lebih baik pada masa yang akan datang.

Calon pemimpin adalah seseorang yang memiliki visi dan misi tertentu, program-program tertentu untuk di tawarkan kepada khalayak.

Di tingkatan nasional, visi, misi, dan program – progam ini rencananya akan di laksanakan oleh para politikus untuk kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, dan kemajuan Negara Republik Indonesia.

Di tingkatan daerah visi, misi, dan program – progam ini rencananya akan di laksanakan oleh para politikus untuk kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, dan kemajuan daerah.

Artis perempuan Indonesia yang memutuskan terjun dalam dunia politik juga harus memiliki visi, misi, dan program-program tidak hanya bermodal tampang dan senyum belaka. Visi, misi, dan program lahir dari pemikiran dan pengamatan yang mendalam atas kondisi negara.

Politik Perempuan
Teori klasik Aristoteles, politik diartikan sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Selama ini masih banyak terjadi diskriminasi yang terjadi.

Kaitannya  dengan perempuan, saat ini masih banyak terjadi diskriminasi terhadap perempuan. Kaitanya dengan artis, sekarang ini terjadi diskriminasi antara elit dan rakyat. Artis masuk kalangan elit yang mendapat perlakuan lebih dibanding rakyat biasa. Tugas Artis perempuan sekaligus politikus adalah  mewujudkan kebaikan bersama dengan mengikis diskriminasi- diskriminasi tersebut.

Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Artis perempuan Indonesia hendaknya memikirkan nasip perempuan Indonesia seluruhnya. Masuknya mereka dalam kancah politik baik di eksekutif maupun legeslatif hendaknya mewakili suara perempuan Indonesia pada umumnya. Rumuskan kebijakan yang memihak perempuan, bagi yang terjun dikancah legeslatif. Laksanakan kebijakan yang memihak kepentingan perempuan bagi masuk dalam kancah eksekutif. Masih banyak sekali masalah-masalah perempuan Indonesia yang mendesak segera di selesaikan.

Muhajir Arrosyid, editor IKIP PGRI Semarang Press

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s